
PADA WAKTU LIBUR BERIKUTNYA CLAUDE M BRISTOL JUGA AKAN BEPERGIAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPAL LAUT LAGI.
INILAH PROFIL SEORANG KAPTEN KAPAL LAIUT PESIAR
Claude M. Bristol bisa mencapai target dengan cara mensugesti diri ber-ulang-ulang dengan berkata sbb: "Saya harus duduk di samping tempat duduk kapten kapal ini, saya harus duduk dikursi dekat meja kapten kapal" dst. berulang-ulang, sambil menuju ke kapal yang akan ditumpanginya dari jauh di daratan pelabuhan hingga ke tangga kapal, dan ketika ia menuju tempat di mana ia akan duduk, ternyata tempat duduk dan meja kapten kapal. dan bukan itu saja, bahkan kapten kapal membuat pesta untuk ulang tahun Claude M. Bristol. Ketika sudah pulang kampung dan mengirim surat pada kapten mengapa ia berbuat begitu, kapten kapal itu menjawab waktu melihat Claude M. Bristol di tangga kapal, ia tergerak untuk mengajak Claude M. Bristol agar menjadi tamunya dan duduk satu meja dengannya, selebihnya ia tak bisa menjelaskannya.


Ketika masih menjadi pelajar sekolah lanjutan, saya berniat pergi ke Jakarta dari kota kecil Kebumen di jawa Tengah menuju kota Jakarta dengan kereta api ekonomi. Maklum pada waktu itu belum banyak kereta api mahal seperti sekarang ini, dengan kelas eksekutif dll.
Jangankan dapat tempat duduk dikursi penumpang, untuk dapat masuk ke dalam gerbong kereta api saja sudah merupakan suatu perjuangan berat.

AKHIRNYA SAYA DAPAT TEMPAT DUDUK SATU-SATUNYA YANG MASIH KOSONG DI KERETA API YANG BERJUBEL PENUMPANGNYA ITU.
Caranya adalah sbb:
Saya menjawab : "ia, tapi dimana? semua sudah penuh?"

KALAU JADI PRESIDEN SIH SANGAT ENAK MENDAPAT TEMPAT DUDUK DI KERETA API. GERBONGNYA KHSUS LAGI, SEPERTI TERLIHAT DI ATAS INI, YA BUKAN?
Tapi coba lihat beginilah situasi di stasiun ketika saya sedang memasang target agar mendapat tempat duduk dalam situasi yang mana calon penumpangnya sangat banyak dan saya belum memesan tempat duduk lagi.
MENDAPAT TEMPAT DUDUK SECARA AJAIB DENGAN CARA AFIRMASI, DAN MENGIMAJINASIKAN DAPAT TEMPAT DUDUK.
Waktu itu saya sedang antri di stasiun tugu Yogyakarta akan pergi ke Kebumen. Tapi pada waktu di loket saja sudah antri panjang. Tapi selama antri saya terus berkata-kata pada diri sendiri: "Dapat tempat duduk!" "Dapat tempat duduk!" dst, Saya sengaja meniru cara Claude M. Bristol dapat tempat duduk dekat Kapten Kapal di Kapal laut.
Saya berdebat dengan diri saya sendiri, dialognya sbb:
Si Ragu : "Antrinya begini panjang, saya sudah terlambat datang, mana ada tempat lagi?"
Si Percaya : "Pokoknya dapat tempat, dapat tempat duduk!, dapat tempat
duduk!, tak ada ruginya mengimajinasikan dapat duduk."
Dan ketika saya masuk ke peron, kemudian masuk kegerbong ka yang akan berangkat, memang semua tempat duduk sudah terisi. Tetapi saya tetap membayangkan duduk, dan akhirnya ada keanehan terjadi.....
Disebelah saya berdiri ada seorang ibu duduk di dampingi seorang pemuda yang tampaknya adalah anaknya.
Begitu kereta api mau berangkat, pemuda itu pamit sambil mengucapkan selamat jalan pada ibunya dan tentu saja bangkit dari tempat duduknya yang akhirnya kosong...
Saya dapat tempat duduk seperti yang saya gambarkan!

Ini situasi yang sama ketika saya mengantri di tempat penjualan tiket.
300.jpg)
Dan inilah situasi di peron menjelang kereta api berangkat.

http://cara-mencapai-targetke4.blogspot.com/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar